MENGHITUNG SAMPEL PENELITIAN (1)

METODE TABACHNICK & FIDELL

Setelah kita menentukan kriteria populasi, berikutnya adalah  menentukan sampel. Dua hal utama yang harus ditentukan dalam sampel, yakni menentukan jumlah minimal sampel penelitian, dan menentukan teknik pengambilan sampel. Dalam artikel ini hanya dibahas mengenai penentuan jumlah minimal sampel, sedangkan teknik pengambilan sampel akan dibahas pada artikel selanjutnya. Terdapat beberapa teknik sampling, yang akan dipublikasikan secara berseri, dimulai dengan metode sampling Tabachnick & Fidell.

Barbara G. Tabachnick dan Linda S. Fidell (2013: 123) menghitung sampel berdasarkan jumlah variabel independen (variabel bebas), yakni dengan dua alternatif rumus sesuai dengan tujuan atau hipotesis penelitian.

Apabila hipotesis hendak menguji hubungan pengaruh secara parsial (satu variabel independen) terhadap variabel dependen (variabel terikat), maka rumus minimal sampel adalah

N ≥ 104 + m

di mana

N            =jumlah sampel

104         = angka konstanta dari rumus tersebut

M          = jumlah variabel independen

Penggunaan rumus tersebut dengan asumsi perhitungan hubungan antarvariabel menggunakan sampel medium (bukan sampel besar), nilai alpha (α)= 0,05 (5 persen), dan β =0,20.

Contoh:  Apabila variabel independen adalah Kepuasan Konsumen (X1), Harga (X2), Citra Merk (X3), dan Niat Membeli (Y); maka perhitungan sampel difokuskan pada variabel independen (X). Jumlah variabel independen pada kasus tersebut terdapat tiga buah (X1, X2, X3), namun kita hendak menguji pengaruh/hubungan variabel independen secara parsial (bukan simultan). Berdasarkan data  di atas, maka rumus sampel parsial sebagai berikut:

N ≥ 104 + m

N ≥ 104 + 3 = 107. Berarti  jumlah sampel minimal untuk melihat hubungan parsial saja adalah 107.

Apabila jumlah independen variabel  lebih dari satu buah, rumus perhitungan sampel simultan adalah

N ≥ 50+ 8m

di mana

N            =jumlah sampel

50           = angka konstanta dari rumus tersebut

m           = jumlah variabel independen

Penggunaan rumus tersebut dengan asumsi perhitungan hubungan antarvariabel menggunakan sampel medium (bukan sampel besar), nilai alpha (α)= 0,05 (5 persen), dan β =0,20.

Berdasarkan contoh kasus di atas (bahwa jumlah variabel independen adalah 3), maka perhitungan jumlah sampel untuk pengujian hipotesis simultan (bukan parsial) adalah

N ≥ 50 + 8(3) =  50 + 24= 74. Berarti  jumlah sampel minimal untuk melihat hubungan bersama (simultan) adalah 74.

Dalam hal penelitian  sekaligus menguji hubungan parsial maupun simultan, maka gunakan jumlah sampel terbesar, yakni jumlah sampel untuk parsial, yang untuk contoh kasus ini berarti 107 (bukan 74).

Sumber:

Tabachnick, B.G.; & Fidell, L.S. (2013). Using Multivariate Statistics.  Sixth edition. Boston: Pearson

 

 

 

 

Leave a reply